HomeGlossary › Buchu atau Agathosma

Buchu (Agathosma) dalam Wewangian | Première Peau

HIJAU, HERBAL DAN FOUGERES  /  segar · hijau · buah
Buchu atau Agathosma
Buchu atau Agathosma perfume ingredient
CategoryHIJAU, HERBAL DAN FOUGERES
Subcategorysegar · hijau · buah
Origin
VolatilityNada Tengah
BotanicalAgathosma betulina
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Odor StrengthTinggi
Producing CountriesAfrika Selatan
PyramidHati

Minty-camphorous, dengan pinggiran blackcurrant-sulfur yang khas. Buchu adalah garrigue Afrika Selatan — tajam, kompleks, dan sangat liar.

  1. Scent
  2. Terroir & Origins
  3. The Full Story
  4. Fun Fact
  5. Extraction & Chemistry
  6. In Perfumery
  7. See Also

Scent

Kompleks dan langsung: bagian atas minty-camphorous, bagian tengah blackcurrant-sulfurous, alas bedak hijau herbal. Nada tiolnya tidak salah lagi - tajam, tajam, hidup. Kurang manis dibandingkan blackcurrant bud absolute, lebih herbal. Bayangkan semak belukar liar di Afrika Selatan: terik matahari, daun-daun aromatik yang hancur, sesuatu yang menyengat muncul dari tanah.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

Terroir & Origins

Indicative 2025 wholesale prices.

The Full Story

Buchu (Agathosma betulina dan A. crenulata) adalah semak aromatik yang berasal dari Western Cape fynbos di Afrika Selatan. Minyak atsiri, yang diperoleh dengan penyulingan uap pada daunnya, memiliki profil yang kompleks dan langsung mencolok: minty-camphor dengan aroma blackcurrant-sulfurous yang nyata.

Senyawa utamanya adalah diosphenol (juga disebut buchu camphor), bersama dengan isomenthon, limonene, dan terutama p-menthan-8-thiol-3-one – senyawa yang mengandung sulfur yang menyebabkan karakter catty-blackcurrant. Tiol ini secara kimia berhubungan dengan senyawa belerang dalam tunas blackcurrant.

Dalam dunia wewangian, buchu adalah bahan khusus yang dihargai karena kerumitannya. Kombinasi mint, kapur barus, dan sulfur kati dalam satu minyak alami merupakan hal yang tidak biasa. Ini berfungsi dalam komposisi herbal, bertema fynbos, dan hijau. Beberapa pembuat parfum menggunakannya sebagai alternatif alami dari blackcurrant bud absolute.

Buchu mempunyai akar yang kuat dalam pengobatan tradisional Khoisan – digunakan sebagai antiseptik dan diuretik selama berabad-abad sebelum penjajah Belanda mengadopsinya. Daunnya dicampur dengan lemak domba untuk membuat losion tubuh yang disebut 'cuka buchu'.

Did You Know?

Did you know?
Buchu adalah tumbuhan Afrika Selatan pertama yang menjadi komoditas internasional. Pada awal tahun 1800-an, permintaan dari Eropa begitu tinggi sehingga populasi buchu liar semakin berkurang, sehingga menyebabkan adanya program budidaya. Saat ini, pemanenan buchu di alam liar diatur dengan izin konservasi.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Destilasi uap daun Agathosma betulina segar atau kering. Hasil sekitar 1,5-2,5%. Produksi eksklusif di Provinsi Western Cape, Afrika Selatan. Minyaknya berwarna kuning pucat dengan bau yang kuat dan kompleks.

↑ See Terroir & Origins for origin-specific methods.

Molecular FormulaCampuran kompleks — senyawa utama: diosfenol (kamper buchu) C₁₀H₁₆O₂
CAS Number68650-46-4
Botanical NameAgathosma betulina
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
Synonymsbuchu, daun buchu, Agathosma
Physical Properties
Odor StrengthTinggi
Lasting Power6–12 jam
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Flash Point154,00 °F. TCC (67,78 °C)
Specific Gravity0,91200 sampai 0,95600 @ 25,00 °C.
Refractive Index1,47400 sampai 1,48800 @ 20,00 °C.

In Perfumery

Catatan hati yang berkarakter besar. Berfungsi dalam komposisi bertema herbal, hijau, dan fynbos. Komponen sulfur-tiol memberikan semangat catty-blackcurrant. Dapat menggantikan atau melengkapi blackcurrant bud absolute. Aspek kapur barus-mint menambah kesegaran herbal. Bekerja bersama mawar, geranium, dan bahan aromatik hijau. Bahan yang menuntut penanganan penuh percaya diri.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries