Note — a concession to the algorithms. Drafted for search engines; not recommended for pleasure reading.

HomeGlossary › Carolina Reaper

Carolina Reaper dalam Perfumery | Première Peau

REMPAH-REMPAH  /  pedas · buah · manis
Carolina Reaper
Carolina Reaper perfume ingredient
CategoryREMPAH-REMPAH
Subcategorypedas · buah · manis
Origin
VolatilityNada Hati
BotanicalCapsicum chinense
AppearancePolong lada merah hingga merah tua yang keriput; dikeringkan dan digiling untuk aplikasi parfum
Odor StrengthTinggi
Producing CountriesAmerika Serikat
PyramidHati

Pedas membakar, buah, hampir manis sebelum panas datang. Cabai terpedas dunia sebelumnya — buah tropis yang tersembunyi di balik 2,2 juta unit Scoville.

  1. Scent
  2. The Full Story
  3. Fun Fact
  4. Extraction & Chemistry
  5. In Perfumery
  6. See Also

Scent

Manis buah, sedikit tropis, dengan nuansa lada hijau yang vegetatif. Aroma yang mengejutkan lembut meskipun panasnya ekstrem. Spesies Capsicum chinense memberikan rasa buah seperti habanero — mangga, aprikot, dan pepaya — dengan nada pirazin hijau. Tidak ada sensasi terbakar di hidung pada konsentrasi parfum normal. Panasnya bersifat konseptual, bukan olfaktori.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

The Full Story

Carolina Reaper (Capsicum chinense) memegang rekor Guinness sebagai cabai terpedas di dunia dari tahun 2013 hingga 2023, dengan rata-rata 1,64 juta Skala Panas Scoville dan puncak di atas 2,2 juta. Dalam wewangian, ini lebih tentang aroma buah-manis yang dihasilkan cabai Capsicum chinense daripada rasa pedas (kapsaisin tidak cukup mudah menguap untuk tercium 'pedas').

Aroma Carolina Reaper segar ternyata sangat buah — campuran buah tropis (mangga, pepaya) dan kualitas sayuran manis, dengan sedikit sentuhan tajam. Kapsaisin sendiri hampir tidak berbau; karakter aromatik berasal dari pirazin (lada hijau), ester (buah), dan terpen volatil.

Dalam parfum, aroma Carolina Reaper membangkitkan konsep panas dan bahaya, tetapi kontribusi aromanya sebenarnya hangat, buah, dan sedikit hijau-sayuran. Ini termasuk dalam keluarga wewangian pedas dan konseptual.

Did You Know?

Did you know?
Carolina Reaper dikembangkan oleh Ed Currie (PuckerButt Pepper Company) di Rock Hill, South Carolina, dengan menyilangkan cabai Naga Pakistan dengan habanero merah. Capsaicin, molekul yang bertanggung jawab atas rasa pedas, memicu reseptor nyeri yang sama (TRPV1) yang mendeteksi luka bakar sebenarnya — tubuh tidak dapat membedakan antara panas kimiawi dan panas termal.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Ekstraksi CO2 dari cabai Carolina Reaper kering menghasilkan oleoresin yang kaya akan kapsaisin dan senyawa aromatik volatil. Distilasi uap juga memungkinkan tetapi menangkap lebih sedikit aroma buah khas. Ekstrak CO2 adalah cairan berwarna merah-oranye gelap. Penanganan memerlukan kehati-hatian ekstra karena kandungan kapsaisinnya.

Molecular FormulaSenyawa utama: kapsaisin C₁₈H₂₇NO₃
CAS NumberN/A — kultivar lada alami
Botanical NameCapsicum chinense
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
SynonymsCABAI CHINENSE
Physical Properties
Odor StrengthTinggi
AppearancePolong lada merah hingga merah tua yang keriput; dikeringkan dan digiling untuk aplikasi parfum

In Perfumery

Carolina Reaper adalah catatan rempah konseptual yang digunakan dalam komposisi niche dan avant-garde. Kontribusi aroma sebenarnya adalah manis buah dengan sentuhan lada hijau, bukan sensasi terbakar. Dibuat dari ekstrak CO2 Capsicum chinense atau direkonstruksi dari ester buah, pirazin hijau, dan bahan hangat-rempah. Berfungsi sebagai elemen pemicu percakapan — nama ini memiliki peran lebih besar daripada molekulnya.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries