HomeGlossary › Biji Seledri

Biji Seledri dalam Perfumery | Première Peau

HIJAU, HERBAL DAN FOUGERES  /  segar · hijau · aromatik
Biji Seledri
Biji Seledri perfume ingredient
CategoryHIJAU, HERBAL DAN FOUGERES
Subcategorysegar · hijau · aromatik
Origin
VolatilityNada Tengah
BotanicalApium graveolens
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Odor StrengthSedang
Producing CountriesIndia, Prancis, Cina, Amerika Serikat
PyramidHati

Lebih hangat, lebih pedas, dan lebih pekat dibandingkan batangnya. Minyak biji seledri adalah keluarga phthalide dengan kekuatan penuh - berakar, hangat, tidak salah lagi seledri tetapi lebih dalam.

  1. Scent
  2. Terroir & Origins
  3. The Full Story
  4. Fun Fact
  5. Extraction & Chemistry
  6. In Perfumery
  7. See Also

Scent

Seledri pekat dengan rasa pedas hangat. Karakter phthalide diperkuat — hijau tetapi juga berakar, bersahaja, dengan kehangatan yang tidak dimiliki batang segar. Seperti perbedaan jahe segar dan jahe kering: identitas sama, intensitas lebih, dimensi tambahan.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

Terroir & Origins

Indicative 2025 wholesale prices.

The Full Story

Minyak atsiri biji seledri (biji Apium Graveolens) mengkonsentrasikan senyawa ftalat yang menentukan karakter seledri: 3-n-butilftalida, sedanolida, dan sedanenolida. Minyak bijinya lebih hangat, lebih berakar, dan lebih kompleks dibandingkan aroma batangnya.

Senyawa tambahan termasuk limonene, selinene (berkayu bersahaja), dan miristisin, membuat minyak biji ini memiliki karakter yang lebih pedas dan lebih Oriental dibandingkan sayuran itu sendiri. Dengan kekuatan penuh, ia sangat kuat dan tidak salah lagi.

Dalam wewangian, minyak biji seledri berfungsi dalam komposisi aromatik, Oriental, dan khusus. Karakter yang digerakkan oleh phthalide memberikan kekhususan molekuler — tidak ada bahan lain yang memberikan kombinasi persis antara kehangatan tumbuhan hijau dan kedalaman akar.

Did You Know?

Did you know?
Seledri awalnya dibudidayakan sebagai obat, bukan makanan. Orang Mesir kuno, Yunani, dan Romawi menggunakannya secara eksklusif sebagai ramuan obat – mengonsumsi seledri sebagai sayuran baru menjadi hal yang umum pada abad ke-17 di Italia.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Distilasi uap biji Apium Graveolens kering. Hasil sekitar 2-3%. Ekstraksi CO2 tersedia untuk profil yang lebih lengkap. Produksi utama: India, Prancis.

↑ See Terroir & Origins for origin-specific methods.

Molecular FormulaN/A — minyak esensial kompleks (komponen utama: limonena, selinena, sedanolida)
CAS Number89997-35-3
Botanical NameApium graveolens
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
Synonymsminyak biji seledri, biji Apium graveolens
Physical Properties
Odor StrengthSedang
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Flash Point158,00 °F. TCC ( 70,00 °C. )
Specific Gravity0,87000 sampai 0,91000 @ 25,00 °C.
Refractive Index1,48000 sampai 1,49500 @ 20,00 °C.

In Perfumery

Bahan aromatik alami memberikan karakter phthalide pekat dengan kedalaman pedas-hangat. Berfungsi dalam komposisi aromatik, Oriental, dan khusus. Lebih serbaguna dari yang diperkirakan — sisi berakar hangat dapat digunakan dalam konteks yang tidak terduga bersama dengan material berkayu, pedas, dan bersahaja.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries