Kelapa dalam Parfum | Première Peau
| Category | BUAH-BUAHAN, SAYURAN DAN KACANG |
| Subcategory | pecinta kuliner · laktonik · tropis |
| Origin | |
| Volatility | Nada Tengah |
| Botanical | Cocos nucifera |
| Appearance | Cairan berminyak tidak berwarna hingga kuning pucat (gamma-nonalakton); cairan bening tidak berwarna (delta-dekalakton) |
| Odor Strength | Sedang (molekul keduanya) |
| Producing Countries | Filipina, Indonesia, India, Sri Lanka |
| Pyramid | Hati |
Tabir surya di kulit hangat, manis susu yang tak pernah ada di dalam buah. Aroma kelapa dalam parfum adalah konstruksi sintetis — gamma-nonalactone dan delta-decalactone disusun menjadi ilusi laktonik yang lebih hidup daripada kelapa asli mana pun.
Scent
Evolution over time
Immediately
After a few hours
After a few days
Terroir & Origins
Indicative 2025 wholesale prices.
The Full Story
Did You Know?
Extraction & Chemistry
Extraction method: Nada kelapa dalam parfum terutama bersifat sintetis. Gamma-nonalakton (CAS 104-61-0): diproduksi melalui siklisasi sintetis; cairan berminyak tidak berwarna hingga kuning pucat; aroma kelapa-manis-persik yang intens, cincin gamma-lakton lima anggota. Delta-dekalakton (CAS 705-86-2): diproduksi secara sintetis atau melalui fermentasi (tersedia dalam kualitas identik alami); cairan tidak berwarna; aroma kelapa krim-mentega, cincin delta-lakton enam anggota. Ekstrak CO2 kelapa alami ada: ekstraksi karbon dioksida superkritis dari minyak kelapa memperkaya fraksi delta-lakton (delta-oktalakton, delta-dekalakton, delta-dodekalakton), menghasilkan sekitar 1 kg ekstrak aromatik per 15-20 kg minyak kelapa. Ekstrak CO2 larut dalam minyak dan sebagian larut dalam etanol. Absolut kelapa tradisional dari ekstraksi pelarut daging Cocos nucifera memiliki minat aromatik minimal dan tidak signifikan secara komersial dalam parfum.
↑ See Terroir & Origins for origin-specific methods.
| Molecular Formula | C₉H₁₆O₂ (gamma-nonalakton) · C₁₀H₁₈O₂ (delta-dekalakton) |
| CAS Number | 104-61-0 (gamma-nonalakton) · 705-86-2 (delta-dekalakton) |
| Botanical Name | Cocos nucifera |
| IFRA Status | Tidak ada pembatasan IFRA pada gamma-nonalakton atau delta-dekalakton (perubahan ke-51, 2023) |
| Synonyms | COCO · KELAPA · KOPRA · CATURAN LAKTONE |
| Physical Properties | |
| Odor Strength | Sedang (molekul keduanya) |
| Lasting Power | ~309 jam (gamma-nonalakton); ~336 jam (delta-dekalakton) |
| Appearance | Cairan berminyak tidak berwarna hingga kuning pucat (gamma-nonalakton); cairan bening tidak berwarna (delta-dekalakton) |
In Perfumery
Kelapa berfungsi sebagai modifikator dari tengah ke dasar dalam komposisi gourmand, tropis, solar, dan aroma kulit. Molekul lakton yang membangun nada ini — gamma-nonalakton untuk dampak, delta-dekalakton untuk kelembutan krim — memberikan kehangatan yang menyebar, kemanisan laktonik, dan tubuh yang kuat. Dalam wewangian solar dan aroma kulit pantai, lakton kelapa menjadi jangkar asosiasi kulit hangat. Dalam komposisi gourmand, mereka menjembatani nada vanila dan buah tanpa beratnya musk. Aplikasi yang kurang jelas: dalam struktur fougère dan kayu-aromatik, kualitas delta-dekalakton yang berdekatan dengan kumarin dapat melembutkan transisi lavender-tonka. Kelapa berpasangan secara struktural dengan ylang-ylang (faktor laktonik yang sama), tiare (register tropis), vanila (basis gourmand), tonka (jembatan kumarin), dan musk putih (difusi bersih). Delta-dodekalakton (CAS 713-95-1) memperluas akord ke wilayah krim-persik dengan daya tahan yang mencolok — lebih dari 10 hari pada blotter. Ekstrak CO2 kelapa menambah dasar naturalistik saat kualitas transparan dan non-sintetik dibutuhkan.
See Also
Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries