Note — a concession to the algorithms. Drafted for search engines; not recommended for pleasure reading.

HomeGlossary › Lada Guinea

Lada Guinea dalam Perfumery | Première Peau

REMPAH-REMPAH  /  pedas · hangat · sitrus
Lada Guinea
Lada Guinea perfume ingredient
CategoryREMPAH-REMPAH
Subcategorypedas · hangat · sitrus
Origin
VolatilityNada Hati
BotanicalAframomum melegueta
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Odor StrengthTinggi
Producing CountriesAfrika Barat (Ghana, Nigeria, Kamerun, Togo)
PyramidHati

Tajam, beraroma tanah, dengan kehangatan seperti cubeb. Grains of paradise — rempah Afrika Barat yang menggigit seperti lada hitam tetapi berakhir dengan kilau hangat kapulaga-jahe.

  1. Scent
  2. The Full Story
  3. Fun Fact
  4. Extraction & Chemistry
  5. In Perfumery
  6. See Also

Scent

Tajam dan hangat dengan kompleksitas jahe-kapulaga. Kurang monokromatik dibanding lada hitam, lebih bersifat sayuran dan berakar. Gigitan awalnya tajam tetapi cepat berubah menjadi kehangatan yang hampir manis dan pedas. Ada sedikit aroma kamper dan bisikan kulit jeruk. Lebih dekat ke jahe daripada lada dalam kesan keseluruhannya, tetapi dengan kualitas kering seperti biji.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

The Full Story

Lada Guinea (Aframomum melegueta), juga dikenal sebagai biji surga, lada melegueta, atau lada aligator, adalah rempah Afrika Barat dari keluarga jahe (Zingiberaceae). Meskipun namanya umum, rempah ini tidak terkait dengan lada hitam (Piper nigrum) — kepedasannya berasal dari molekul yang berbeda sama sekali.

Biji ini mengandung paradol, shogaol, dan gingerol — senyawa pedas yang sama ditemukan dalam jahe. Ini memberikan biji surga rasa pedas hangat yang tajam pada awalnya dan berlanjut menjadi kehangatan kapulaga-jahe yang tahan lama. Minyak esensialnya menambahkan nuansa terpenik, kamper, dan sedikit citrus (dari 1,8-sineol dan humulen).

Dalam parfum, lada guinea memberikan aroma rempah hangat dan kompleks yang lebih bernuansa dibanding lada hitam dan lebih eksotis dibanding kapulaga. Rempah ini menawarkan kepedasan Piper nigrum tanpa rasa piperin yang monoton, menambahkan kehangatan seperti jahe dan sentuhan floral yang halus.

Did You Know?

Did you know?
Biji surga sangat dihargai di Eropa abad pertengahan sehingga pantai Guinea di Afrika Barat dikenal sebagai 'Pantai Biji' (Liberia modern). Mereka digunakan untuk memberi rasa pada hippocras, anggur berbumbu yang populer di istana abad pertengahan, dan kadang-kadang digunakan untuk memperkuat bir murah secara curang — praktik yang dilarang oleh Raja George III pada tahun 1816.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Distilasi uap atau ekstraksi CO2 dari biji kering Aframomum melegueta. Minyak esensialnya berwarna kuning pucat dengan aroma hangat, pedas, dan kamper. Hasilnya sekitar 0,5-2% dari biji kering. Ekstrak CO2 menghasilkan produk yang lebih penuh dan lebih tajam, lebih mendekati karakter rempah saat dicicipi. Produksi utama di Ghana, Nigeria, dan negara-negara Afrika Barat lainnya.

Molecular FormulaCampuran kompleks: 6-paradol, 6-gingerol, 6-shogaol
CAS NumberN/A — kompleks rempah alami (senyawa utama 6-paradol: 27113-22-0)
Botanical NameAframomum melegueta
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
SynonymsLada Alligator, Lada Melegueta, Biji Surga
Physical Properties
Odor StrengthTinggi
Lasting Power48 jam
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber

In Perfumery

Lada Guinea (biji surga) berfungsi sebagai nada rempah dari atas ke tengah. Ini memberikan kehangatan dan kepedasan kompleks yang lebih berdimensi dibandingkan CO2 lada hitam atau isolat piperin. Digunakan dalam komposisi oriental, rempah kayu pedas, dan hangat di mana karakter rempah alami dan eksotis diinginkan. Kehangatan jahe-kapulaga membuatnya kompatibel dengan dasar amber, oud, dan dupa. Juga berguna dalam komposisi tipe koloni modern di mana aksen rempah hangat yang tak terduga menambah daya tarik.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries