Madu dalam Parfum | Première Peau
| Category | BAU MANIS DAN GOURMAND |
| Subcategory | rakus · kebinatangan · manis |
| Origin | |
| Volatility | Nada Dasar |
| Botanical | Apis mellifera (produk madu) |
| Appearance | amber hingga cokelat tua cairan kental (absolut madu) |
| Producing Countries | Cina, Prancis, Selandia Baru, Turki |
| Pyramid | Dasar |
Manis tebal dan lilin yang dipotong dengan sesuatu yang liar. Bukan aroma botol peras yang bersih — madu asli dalam parfum berbau seperti membuka sarang kayu tua: sisir hangat, serbuk sari kering, bayangan kandang samar dari asam fenilasetat yang tidak pernah muncul pada madu kelas makanan.
Scent
Evolution over time
Immediately
After a few hours
After a few days
The Full Story
Did You Know?
Extraction & Chemistry
Extraction method: Ada dua jenis bahan alami yang berbeda. Beeswax absolute (CAS 8012-89-3): lilin sarang lebah dilarutkan dalam pelarut volatil (biasanya heksana), disaring, dan dikonsentrasikan menjadi concrete. Concrete kemudian dicuci dengan etanol untuk memisahkan senyawa aromatik bermolekul rendah dari lilin inert, menghasilkan absolute. Hasil biasanya kurang dari 1% dari sarang mentah. Honey absolute (CAS 91052-92-5): madu cair diekstraksi dengan etanol; produk yang dihasilkan menyerupai treacle dan kaya gula. Madu sendiri tidak bisa disuling dengan uap — gulanya akan mengkaramel saat dipanaskan. Dalam praktiknya, sebagian besar 'madu' dalam parfum adalah akord buatan yang dibangun dari ester fenilasetat sintetis, bukan ekstrak alami.
| Molecular Formula | C₈H₈O₂ (Asam fenil asetat, zat penciuman utama) · C₇H₈O₃ (Etil maltol, karamelisasi) |
| CAS Number | 91052-92-5 (absolut madu) · 103-82-2 (asam fenilasetat, zat bau utama) |
| Botanical Name | Apis mellifera (produk madu) |
| IFRA Status | Absolut lilin lebah: diizinkan, IFRA merekomendasikan hingga 8% dalam konsentrat wewangian. Asam fenilasetat: batas IFRA hingga 2% dalam konsentrat wewangian. Komponen sintetis individual memiliki pembatasan IFRA tersendiri. |
| Synonyms | MIEL · ABSOLU MIEL · BEESWAX · SARANG MADU · CIRE D'ABEILLE |
| Physical Properties | |
| Appearance | amber hingga cokelat tua cairan kental (absolut madu) |
| Boiling Point | 265,00 hingga 266,00 °C. @ 760,00 mm Hg |
| Flash Point | 212,00 °F. TCC (100,00 °C.) |
| Melting Point | 76,00 hingga 78,00 °C. @ 760,00 mm Hg |
In Perfumery
Madu berfungsi sebagai modifikator dari tengah ke dasar. Peran utamanya adalah menambahkan kehangatan, tubuh, dan kemanisan animalik pada sebuah komposisi. Konstruksi sintetis standar mengandalkan metil fenilasetat (CAS 101-41-7) untuk nada inti madu-bunga, etil fenilasetat (CAS 101-97-3) untuk kekayaan buah, didukung oleh vanilin, etil maltol, dan kumarin. Untuk kedalaman animalik, absolut lilin lebah atau jejak p-kresol (CAS 106-44-5) ditambahkan. Fenilasetaldehida (CAS 122-78-1), yang disuplai dalam larutan alkohol feniletil yang distabilkan, memberikan sentuhan hijau-madu di bagian atas. Akor madu muncul di berbagai orientalis, gourmand, dan beberapa komposisi tembakau-kulit. Nada ini menjembatani bahan atas yang manis dan dasar resin yang padat — berfungsi sekaligus sebagai pencampur, pembangun volume, dan fiksatif ringan. Insuline Safrine oleh Première Peau (/products/insuline-safrine-saffron-perfume) bekerja di wilayah saffron-gourmand yang berdekatan di mana kehangatan madu menemukan resonansi alami. Albatre Sepia (/products/albatre-sepia-white-truffle-ink-perfume) berbagi kedalaman gourmand melalui cara yang berbeda — truffle dan tinta daripada lilin dan sarang.
See Also
Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries