Apa Itu Dupa (Olibanum)? | Première Peau
| Category | RESIN DAN BALSA |
| Subcategory | resin · berasap · suci |
| Origin | |
| Volatility | Atas ke Dasar (kepala yang didominasi monoterpena, ekor yang beraroma resin diterpena) |
| Botanical | Berbagai (Boswellia, Commiphora, Styrax) |
| Appearance | Cairan bening tanpa warna hingga kuning pucat (minyak esensial) |
| Odor Strength | Tinggi |
| Producing Countries | Somalia, Ethiopia (B. carterii, B. papyrifera), Oman, Yaman (B. sacra), India (B. serrata) |
| Pyramid | Dasar |
Terpenik, cerah, tak terduga seperti jeruk untuk sebuah resin. Olibanum beraroma seperti bagian dalam gereja batu saat fajar — udara mineral dingin yang diselingi dengan kulit lemon dan debu hangat dari kemenyan.
Scent
Evolution over time
Immediately
After a few hours
After a few days
The Full Story
Did You Know?
Extraction & Chemistry
Extraction method: Distilasi uap dari getah Boswellia kering menghasilkan minyak esensial: 5–6% dari B. carterii, hingga 9–10% dari B. sacra, sekitar 2% dari B. frereana. Minyak ini terdiri sekitar 75% monoterpena, dengan alfa-pinen dan alfa-tujene yang dominan namun dalam rasio yang sangat bervariasi tergantung spesies, kemotipe, dan terroir. Ekstraksi superkritis CO2 menangkap rentang molekul yang lebih luas termasuk diterpena yang lebih berat (incensole, asetat incensole) dan — tidak seperti distilasi uap — asam boswelat non-volatil (MW ~470), menghasilkan profil olfaktori yang lebih bulat dan lengkap. Ekstraksi pelarut menghasilkan absolute. Ekstraksi pelarut hidrokarbon dari oleo-gum-resin kasar menghasilkan resinoid yang lebih gelap dan lebih tahan lama. Spesies komersial utama: B. carterii (Somalia, Ethiopia), B. sacra (Oman, Yaman), B. serrata (India, CAS 97952-72-2), B. papyrifera (Sudan, Ethiopia).
| Molecular Formula | C₆H₄(OH)(OCH₃) (Guaiacol, asap) · C₁₀H₁₆ (alpha-Pinene, dupa segar) |
| CAS Number | 8016-36-2 (minyak esensial, B. carterii) · 97952-72-2 (minyak esensial, B. serrata) · 8050-07-5 (resinoid/getah) |
| Botanical Name | Berbagai (Boswellia, Commiphora, Styrax) |
| IFRA Status | Terbatas: hingga 8% dalam konsentrat wewangian (data TGSC untuk CAS 8016-36-2). Komponen terbatas meliputi carvone (0,3%), alfa-thujone (0,1%), (+)-isothujone (0,4%). |
| Synonyms | RESIN · OLIBANUM · KEMBANG KERIKIL · KO · BAKHOOR |
| Physical Properties | |
| Odor Strength | Tinggi |
| Lasting Power | 188 jam @ 100% (data TGSC) |
| Appearance | Cairan bening tanpa warna hingga kuning pucat (minyak esensial) |
| Boiling Point | 137–141 °C @ 760 mm Hg |
| Flash Point | 96 °F / 35,56 °C (TCC) |
| Specific Gravity | 0,855 sampai 0,880 @ 25,00 °C (minyak esensial, B. carterii) |
| Refractive Index | 1,466 sampai 1,477 @ 20,00 °C |
In Perfumery
Olibanum adalah salah satu bahan alami yang mencakup dari bagian atas hingga dasar dalam satu komposisi. Kepala yang kaya monoterpena (alpha-pinene, alpha-thujene) memberikan sentuhan citrus dan pedas; tubuh diterpena (incensole, incensole acetate) menambatkan aroma akhir dengan kehangatan balsamik. Karakter ganda ini membuatnya sangat fleksibel secara struktural di berbagai keluarga wewangian. Dalam oriental dan amber, ia memberikan kualitas sakral, berasap, dan resin. Dalam konstruksi chypre, ia dapat memperpanjang atau sebagian menggantikan oakmoss. Dalam komposisi dupa segar — kategori yang berkembang pesat sejak awal 2000-an — top notes terpenik dari minyak esensial ini ditonjolkan di atas kayu bersih dan citrus. Ekstrak CO2 lebih disukai ketika lengkungan resin penuh dibutuhkan; minyak hasil distilasi uap digunakan ketika pembukaan yang cerah dan citrus lebih penting. Resinoid berfungsi sebagai fiksatif, menambah ketahanan tanpa volatilitas minyak esensial. Tidak ada molekul sintetis tunggal yang dapat meniru profil lengkap olibanum, meskipun berbagai akord dupa dibangun menggunakan kombinasi Iso E Super, Cashmeran, dan isolat terpenik.
See Also
Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries