HomeGlossary › Jatamansi atau Spikenard

Jatamansi di bidang wewangian | Première Peau

HIJAU, HERBAL DAN FOUGERES  /  bersahaja · berkayu · aromatik
Jatamansi atau Spikenard
Jatamansi atau Spikenard perfume ingredient
CategoryHIJAU, HERBAL DAN FOUGERES
Subcategorybersahaja · berkayu · aromatik
Origin
VolatilityNada Dasar
BotanicalNardostachys jatamansi
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Odor StrengthSedang
Producing CountriesIndia, Nepal
PyramidDasar

Berat, bersahaja, seperti valerian. Jatamansi adalah spikenard dengan nama lain - akar Himalaya yang berbau tanah lembab, kayu tua, dan sesuatu yang berbau binatang.

  1. Scent
  2. Terroir & Origins
  3. The Full Story
  4. Fun Fact
  5. Extraction & Chemistry
  6. In Perfumery
  7. See Also

Scent

Identik dengan nard/spikenard: berat, bersahaja, berkayu-hewani, dengan pinggiran asam yang difermentasi dari asam isovalerat. Lebih gelap dari nilam, lebih berakar dari akar wangi. Tradisi Ayurveda menekankan kualitasnya yang membumi dan menenangkan — tercermin dalam karakter aroma yang dalam, tenang, dan bersahaja.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

Terroir & Origins

Indicative 2025 wholesale prices.

The Full Story

Jatamansi (Nardostachys jatamansi) adalah nama Ayurveda untuk spikenard — tanaman yang sama yang dikenal sebagai nard dalam tradisi Barat. Minyak atsirinya identik terlepas dari konvensi penamaannya: bahan hewani berkayu yang berat, bersahaja, dan didominasi oleh jatamansone (valeranone), patchoulol, dan asam isovalerat.

Dalam pengobatan Ayurveda, jatamansi memegang posisi istimewa sebagai medhya rasayana (tonik otak) — digunakan untuk kecemasan, insomnia, dan kejernihan mental. Minyak ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional Tibet. Tradisi pengobatan ini sudah ada sejak lebih dari 3.000 tahun yang lalu dalam teks-teks Asia Selatan.

Tanaman ini tumbuh di ketinggian ekstrim (3.000-5.000 meter) di wilayah Himalaya di Nepal, Bhutan, dan Sikkim. Tanaman ini masuk dalam daftar CITES Appendix II, dan program pemanenan berkelanjutan sangat penting bagi kelangsungan hidup spesies ini.

Dalam wewangian, jatamansi memberikan aroma dasar yang berat dan bersahaja seperti spikenard/nard — terminologinya berbeda menurut tradisi (Ayurveda vs. Barat), bukan berdasarkan bahannya.

Did You Know?

Did you know?
Jatamansi disebutkan dalam teks Ayurveda kuno Charaka Samhita (sekitar 300 SM) sebagai salah satu tumbuhan dalam kelompok medhya rasayana — tumbuhan penambah otak. Penelitian modern menemukan bahwa jatamonsone menunjukkan aktivitas ansiolitik dan neuroprotektif pada model hewan.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Distilasi uap rimpang kering dan akar Nardostachys jatamansi. Hasil sekitar 1-2%. Akarnya dikeringkan dan terkadang digiling sebelum distilasi. Bersumber dari Nepal dan Bhutan pada ketinggian 3.000-5.000 meter. CITES Appendix II — memerlukan izin perdagangan.

↑ See Terroir & Origins for origin-specific methods.

Molecular FormulaCampuran kompleks — komponen utama: Jatamansone / Valeranone (C₁₅H₂₂O), Alkohol nilam (C₁₅H₂₆O)
CAS Number8022-22-8
Botanical NameNardostachys jatamansi
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
SynonymsSPIKENARD · NARD · NARDOSTACHYS
Physical Properties
Odor StrengthSedang
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Flash Point>93°C
Specific Gravity0,940–0,980 @ 25°C
Refractive Index1,500–1,520 @ 20°C

In Perfumery

Jatamansi (Nardostachys jatamansi) adalah spikenard dengan nama Ayurvedanya. Bahan yang sama, fungsi yang sama: nada dasar yang berat dan bersahaja. Senyawa kunci: jatamansone/valeranone, patchoulol, asam isovalerat. Berfungsi dalam komposisi yang terinspirasi dupa, oriental, dan Ayurveda. Lampiran II CITES. Lihat juga entri untuk nard.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries