HomeGlossary › Shiso

Shiso dalam Parfum | Première Peau

HIJAUAN, REMPAH-REMPAH, DAN FOUGÈRE  /  segar · hijau · pedas
Shiso
Shiso perfume ingredient
CategoryHIJAUAN, REMPAH-REMPAH, DAN FOUGÈRE
Subcategorysegar · hijau · pedas
Origin
VolatilityNada Hati
BotanicalPerilla frutescens
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Odor StrengthSedang
Producing CountriesTiongkok, Jepang, Korea
PyramidHati

Minty-herbal, sedikit sinamik, dengan sentuhan adas manis-daun kemangi yang khas. Perilla Jepang — herbal yang rasanya ungu dan beraroma seperti perpaduan mint dan kayu manis.

  1. Scent
  2. The Full Story
  3. Fun Fact
  4. Extraction & Chemistry
  5. In Perfumery
  6. See Also

Scent

Terang, herbal mint dengan sentuhan kayu manis-anis dan latar belakang kamper. Lebih kompleks daripada spearmint, kurang manis daripada kemangi Thailand, dengan nada perillaldehida yang terasa sekaligus citrus dan mint. Varietas merah menambahkan kehangatan rempah yang halus. Di kulit, aroma ini berubah menjadi karakter herbal yang bersih dan kering.

Evolution over time

Immediately

Immediately

After a few hours

After a few hours

After a few days

After a few days

The Full Story

Shiso (Perilla frutescens var. crispa) adalah tanaman aromatik Jepang dari keluarga mint (Lamiaceae). Dua varietas utamanya — shiso hijau (aojiso) dan shiso merah/ungu (akajiso) — memiliki profil kimia yang sangat berbeda. Shiso hijau didominasi oleh perillaldehida (aldehida monoterpena), sementara shiso merah mengandung lebih banyak antosianin dan memiliki karakter yang lebih kompleks, sedikit seperti sinamat.

Aromanya sulit dikenali jika Anda belum pernah menemui tanaman segar ini: nada atas yang cerah, minty-herbal dengan sentuhan sinamat-anis yang tidak biasa dan latar belakang yang sedikit kamper. Aromanya lebih kompleks daripada spearmint, kurang manis daripada kemangi, dengan karakter aromatik khas Asia Timur yang tidak sesuai dengan kategori herbal Barat.

Shiso semakin populer dalam parfum niche sebagai bagian dari minat yang lebih luas terhadap bahan kuliner dan Asia Timur. Minyak esensialnya diproduksi dalam jumlah kecil di Jepang dan memberikan nada herbal unik yang tidak bisa ditiru oleh herbal Barat manapun.

Did You Know?

Did you know?
Perillaldehida, senyawa aroma dominan dalam shiso, kira-kira 2.000 kali lebih manis daripada sukrosa berdasarkan berat. Senyawa ini pernah diteliti sebagai pemanis tetapi tidak pernah dipasarkan karena rasa herbalnya yang kuat.

Extraction & Chemistry

Extraction method: Distilasi uap dari daun segar Perilla frutescens menghasilkan minyak esensial berwarna kuning pucat yang kaya akan perillaldehida (40-55% pada kemotipe perillaldehida). Kemotipe lain menghasilkan minyak yang kaya akan perilla keton, sitral, atau limonena. Produksi utamanya berada di Jepang dan Korea. Hasilnya sekitar 0,3-0,5% dari daun segar.

Molecular FormulaCampuran kompleks — komponen utama: perillaldehyde (C₁₀H₁₄O), limonene (C₁₀H₁₆), linalool (C₁₀H₁₈O)
CAS Number90082-61-4
Botanical NamePerilla frutescens
IFRA StatusTidak ada pembatasan yang diketahui
SynonymsPerilla, kemangi Jepang, tanaman beefsteak
Physical Properties
Odor StrengthSedang
AppearanceCairan kuning pucat hingga amber
Specific Gravity0,920 sampai 0,960 @ 25 °C (perkiraan)

In Perfumery

Shiso adalah nada atas yang memberikan karakter herbal yang tidak biasa dan berbeda dari aromatik Eropa. Ini menghubungkan keluarga mint, basil, dan kayu manis tanpa sepenuhnya termasuk dalam salah satu dari mereka. Digunakan dalam komposisi hijau modern, herbal, dan yang terinspirasi dari Asia Timur. Kandungan perillaldehyde memberikannya sentuhan citrus-mint yang cocok dengan yuzu, hinoki, dan bahan Jepang lainnya. Juga berguna sebagai aksen herbal yang tak terduga dalam komposisi akuatik dan hijau.

See Also

Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries