Valerian dalam Perfumery | Première Peau
| Category | HIJAU, HERBAL DAN FOUGERES |
| Subcategory | bersahaja · hijau · berkayu |
| Origin | |
| Volatility | Nada Dasar |
| Botanical | Valeriana officinalis |
| Appearance | cairan cokelat pucat |
| Odor Strength | Sedang |
| Producing Countries | Belgia, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Polandia |
| Pyramid | Dasar |
Berkeringat, berakar, berbau hewani — lalu tiba-tiba hangat. Akar valerian berbau seperti lantai hutan yang lembap dicampur dengan kulit keju tua dan kamper, dengan aroma balsamik yang muncul hanya dari kejauhan.
Scent
Evolution over time
Immediately
After a few hours
After a few days
Terroir & Origins
Indicative 2025 wholesale prices.
The Full Story
Did You Know?
Extraction & Chemistry
Extraction method: Distilasi uap dari rimpang dan akar Valeriana officinalis yang dikeringkan. Hasil: 0,5–2,0% (sangat bervariasi tergantung asal, metode pengeringan, dan parameter distilasi). Akar harus dikeringkan sebelum distilasi — akar segar menghasilkan minyak yang lemah dan tidak jelas. Pengeringan memicu pemecahan enzimatik valepotriat menjadi asam isovalerat bebas, yang bertanggung jawab atas bau valerian kering yang lebih kuat. Minyak yang dihasilkan berwarna hijau zaitun hingga kuning kecoklatan dengan viskositas tinggi. Ekstraksi CO2 superkritis menghasilkan produk yang secara kimia berbeda dengan kandungan asam isovalerat yang jauh lebih tinggi (hingga 41,8% dibandingkan ~13% dengan hidrodestilasi) dan karakter organoleptik yang berbeda. Produksi utama di Belgia, Jerman, Polandia, dan Cina.
↑ See Terroir & Origins for origin-specific methods.
| Molecular Formula | N/A — minyak esensial kompleks (kunci: bornil asetat C₁₂H₂₀O₂, asam valerenat C₁₅H₂₂O₂) |
| CAS Number | 8008-88-6 |
| Botanical Name | Valeriana officinalis |
| IFRA Status | Terbatas — IFRA merekomendasikan maksimal 1,0% dalam konsentrat parfum (karena kandungan jeugenol jejak, <0,20%). Tidak dilarang. |
| Synonyms | AKAR VALERIAN · VALERIANACEAE |
| Physical Properties | |
| Odor Strength | Sedang |
| Appearance | cairan cokelat pucat |
| Specific Gravity | 0,942 hingga 0,984 @ 20 °C |
| Refractive Index | 1,476 hingga 1,503 @ 20 °C |
In Perfumery
Minyak akar valerian berfungsi sebagai modifikator nada dasar animalik, digunakan dalam dosis sangat rendah (biasanya jauh di bawah 1%) untuk menyuntikkan kehangatan biologis ke dalam komposisi. Kandungan asam isovalerat membuat dosis menjadi kritis: overdosis menghasilkan efek kotor dan berkeringat yang tidak dapat dipakai; jumlah jejak yang tepat terbaca sebagai kedalaman musk-kulit yang naturalistik. Keluarga wewangian utama: chypre (menguatkan sumbu oakmoss-animalik), akor kulit (menambahkan kehangatan fermentasi bersama tar birch dan pengganti kastoreum), dan campuran animalik-oriental. Minyak ini menyediakan alternatif fungsional untuk civet dan kastoreum dalam formula yang mencari karakter animalik alami tanpa bahan yang berasal dari hewan. Tidak ada molekul sintetis yang secara khusus meniru profil valerian, meskipun campuran asam isovalerat dengan bornil asetat dan musk beraroma tanah mendekatinya. Asam valerenat (CAS 3569-10-6), seskuiterpenoid utama, bertindak sebagai modulator alosterik positif reseptor GABA-A — mekanisme farmakologis yang sama di balik penggunaan valerian selama berabad-abad sebagai sedatif.
See Also
Premiere Peau Perfumery Glossary. Explore all 75 ingredient entries