Satu atau beberapa item dalam keranjang Anda merupakan pembelian berulang atau tertunda. Dengan melanjutkan, saya menyetujui kebijakan pembatalan dan memberi wewenang kepada Anda untuk membebankan metode pembayaran saya sesuai harga, frekuensi, dan tanggal yang tertera di halaman ini hingga pesanan saya terpenuhi atau saya membatalkan, jika diizinkan.
N/A — sintetis (awalnya diisolasi dari Salix alba, kulit pohon willow)
Appearance
bubuk putih
Odor Strength
Rendah
Producing Countries
Sintetis — diproduksi secara global
Pyramid
Dasar
Asam salisilat adalah asam beta hidroksi yang berasal dari kulit pohon willow, terutama digunakan dalam kosmetik. Dalam parfum, esternya (metil salisilat, benzil salisilat) jauh lebih penting.
Asam salisilat memiliki aroma tajam dan sedikit pahit yang mengingatkan pada herba segar yang baru dipotong dan kesegaran apel hijau. Aroma ini dapat membangkitkan sensasi kebersihan, seperti kain yang baru dicuci atau taman yang berembun di pagi hari. Profil aromanya tidak terlalu kuat dan sering menyatu dengan halus dalam komposisi.
Evolusi Aroma
Ketika dipadukan dengan bunga atau buah, asam salisilat dapat menonjolkan kecerahan dan kejernihan wangi. Karakternya yang halus namun khas dapat membangkitkan perasaan sejuk dan vitalitas. Sifat ganda aromanya, dengan nuansa herbal, memungkinkan menciptakan keseimbangan dalam wangi yang mengarah pada daya tarik modern dan segar.
Evolution over time
Immediately
Immediately
After a few hours
After a few hours
After a few days
After a few days
Terroir & Origins
Indicative 2025 wholesale prices.
The Full Story
Asam salisilat, sebuah asam beta hidroksi, memiliki sejarah panjang yang berasal dari zaman kuno ketika ia diperoleh dari pohon willow kulit kayu. Secara tradisional digunakan untuk sifat obatnya, asam ini akhirnya diisolasi pada abad ke-19. Saat ini, ia dikenal karena manfaat dermatologisnya dan perannya dalam parfum, di mana ia dapat memengaruhi profil aroma keseluruhan sebuah wewangian. Ia dapat menembus kulit dan mengelupas kulit sehingga populer dalam formulasi kosmetik, terutama untuk perawatan jerawat dan pembaruan kulit.
Asal dan Produksi
Dalam dunia parfum, asam salisilat bukanlah nada utama aroma tetapi berfungsi sebagai bahan fungsional yang menarik. Penggunaannya dapat meningkatkan daya tahan beberapa wewangian dan menambahkan kesegaran halus pada komposisi. Sebagai senyawa sintetis, ia sering dimasukkan ke dalam aroma yang bertujuan membangkitkan pengalaman bersih dan menyegarkan.
Kimia dan Profil Aroma
Asam salisilat dihargai dalam formulasi parfum niche di mana fokusnya adalah pada keunikan dan karakter. Integrasinya ke dalam sebuah wewangian dapat menawarkan kedalaman dan kompleksitas, menarik bagi mereka yang menghargai aroma berlapis. Penggunaan asam salisilat dalam pasar niche mewah menunjukkan persimpangan antara perawatan kulit dan parfum, menekankan pendekatan lengkap terhadap kecantikan dan perawatan diri.
Sifat Kimia
Asam Salisilat (CAS: 69-72-7, Rumus Molekul: C7H6O3). Titik Didih: 334,00 hingga 335,00 °C pada 760,00 mm Hg. Titik Leleh: 213,00 hingga 215,00 °C pada 760,00 mm Hg. Titik Nyala: > 212,00 °F. TCC ( > 100,00 °C ). Tekanan Uap: 1,000000 mmHg pada 114,00 °C.
Did You Know?
Did you know?
Asam salisilat pertama kali diisolasi dari kulit pohon willow (Salix alba) pada tahun 1838 oleh Raffaele Piria, yang menamainya berdasarkan kata Latin salix. Ester metil salisilatnya — molekul wintergreen — secara alami terdapat di kulit pohon birch dan merupakan salah satu bahan tertua dalam parfum.
Extraction & Chemistry
Extraction method: Produksi sintetis atau ekstraksi dari sumber tanaman
N/A — sintetis (awalnya diisolasi dari Salix alba, kulit pohon willow)
IFRA Status
Tidak ada pembatasan yang diketahui
Synonyms
asam 2-hidroksibenzoat, asam o-hidroksibenzoat
Physical Properties
Odor Strength
Rendah
Lasting Power
200 jam
Appearance
bubuk putih
Boiling Point
334,00 sampai 335,00 °C. @ 760,00 mm Hg
Flash Point
> 212,00 °F. TCC ( > 100,00 °C. )
Melting Point
213,00 sampai 215,00 °C. @ 760,00 mm Hg
In Perfumery
Asam salisilat (CAS 69-72-7) hampir tidak berbau jika berdiri sendiri, tetapi berfungsi sebagai fiksatif dan prekursor kimia dalam parfum. Ester metil salisilatnya (CAS 119-36-8) adalah zat berbau sebenarnya — memberikan karakter wintergreen yang tajam dan manis. Asam salisilat sendiri berperan sebagai penstabil pH dan pengawet dalam formulasi. Dalam hibrida perawatan kulit dan wewangian, ia memiliki fungsi ganda sebagai eksfolian BHA. Tidak digunakan sebagai nada wewangian tunggal tetapi sebagai bahan fungsional yang mendukung stabilitas komposisi.